Febri Diansyah lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Februari 1983. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2007. Setelah lulus, ia bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan aktif mengawal berbagai perkara korupsi selama hampir sembilan tahun.

Namanya mulai dikenal luas pada 2011 ketika aktif mengikuti perkembangan perkara korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Pengalaman tersebut kemudian membawanya bergabung dengan KPK sebagai pegawai fungsional di Direktorat Gratifikasi.

Karier Febri terus berkembang hingga dipercaya menjadi Juru Bicara KPK pada awal Desember 2016. Dalam posisi itu, ia menjadi salah satu pejabat yang rutin menyampaikan perkembangan penyidikan sejumlah perkara korupsi besar kepada publik, termasuk kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) yang menjerat Setya Novanto dan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.

Pada September 2020, Febri memutuskan mengundurkan diri dari KPK setelah polemik revisi Undang-Undang KPK. Setelah itu, ia mendirikan Visi Law Office bersama mantan aktivis ICW, Donal Fariz.

Belakangan, mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum Biro Hukum KPK, Rasamala Aritonang, turut bergabung sebagai partner.