Semangat belajarnya tidak berhenti di situ. Pada tahun 2008, di tengah kesibukan sebagai birokrat, ia melanjutkan pendidikan Magister (S2) Gizi Masyarakat di Universitas Hasanuddin.

“Farmasi berbicara tentang obat, sementara ilmu gizi membahas hubungan makanan dan kesehatan manusia. Saya ingin menghubungkan keduanya,” jelasnya.

Baca Juga: Profil Brigjen Himawan Bayu Aji, Ahli Siber Bareskrim Kini Jabat Kapolda Sulawesi Tenggara

Karier profesionalnya di Kota Kendari dimulai setelah mengikuti sang suami yang bertugas sebagai dosen di Universitas Halu Oleo. Pada akhir tahun 1989, ia mulai mengabdi di Kantor Wilayah Kesehatan Sulawesi Tenggara yang kini menjadi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Di instansi tersebut, Harmawati dikenal sebagai salah satu pejabat eselon III termuda pada masanya.