“Jika kita mampu menghargai diri sendiri, maka tak akan ada ruang bagi orang lain untuk merendahkan kita,” tegasnya.
Dalam kepemimpinannya, ia mengedepankan komunikasi efektif, empati, serta pengambilan keputusan yang bijak.
Ia juga percaya bahwa perempuan punya kelebihan dalam membangun hubungan yang kuat dengan tim dan pemangku kepentingan, serta kemampuan dalam mengelola konflik secara konstruktif.
Di luar urusan publik, Suprihaty adalah seorang istri dan ibu dari empat anak, serta nenek dari tiga cucu. Ia menikah dengan seorang dosen di Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo.
“Peran utama kita sebagai perempuan adalah menjadi istri dan ibu. Jika peran ini kita jalankan dengan tuntas, maka kita akan lebih nyaman dan kuat dalam menjalani karier,” ungkapnya.
