JAKARTA, TELISIK.ID - Adita Irawati, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, mendadak viral di media sosial. Hal ini terjadi usai dirinya menggunakan istilah "rakyat jelata" saat merespons komentar Gus Miftah yang mengolok-olok seorang pedagang es.

Ungkapan tersebut menuai kecaman dari warganet yang menilai istilah itu kurang pantas. Menanggapi kritik, Adita Irawati segera menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Adita mengakui jika penggunaan istilah tersebut kurang tepat dan tidak bermaksud menyinggung. Menurutnya, istilah itu sejalan dengan definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), namun tetap dianggap sensitif.

Baca Juga: Segini Besaran Biaya Haji 2025 dengan Embarkasi Tiap Daerah

Sebagai bentuk klarifikasi, Adita menyatakan tidak ada niat tertentu dalam penyampaiannya. Ia juga menilai pergeseran makna pada istilah tersebut mungkin menjadi penyebab kontroversi. Meski begitu, kritik dari masyarakat terus mengalir, terutama dari media sosial.