Sebagai orang lapangan, ia menyadari Kota Kendari sudah mencapai titik terparahnya dalam penyebaran virus yang banyak ditularkan melalui hubungan seks tersebut. Pria kelahiran 28 Agustus 1989 ini menyebut, hingga data terakhir tahun ini sudah ada 140 kasus lebih HIV AIDS di Kendari.
Tingginya kasus HIV AIDS mencerminkan semakin terkikisnya moral para pemuda di kota bertakwa ini. HIV AIDS sendiri banyak diketahui menyebar lewat hubungan seks bebas hingga seks sesama jenis.
Ia banyak menyuarakan agar pemerintah turun tangan dalam menangani HIV AIDS dan kebobrokan nilai dan moral pemuda. Akan tetapi, tampaknya suara tersebut tak diindahkan dengan maksimal dan menjadi perhatian khusus pemerintah.
Baca Juga: Profil Bustam, Anggota DPRD Sulawesi Tenggara Tokoh di Balik Lahirnya Kabupaten Bombana
Dari situ Iqbal bertekad masuk menjadi salah satu calon wakil rakyat lewat Perindo sebagai kendaraan politiknya. Meski belum lama terjun di dunia politik, Iqbal sudah piawai memasuki dunia organisasi sejak masa kuliahnya.
