TEHERAN, TELISIK.ID - Kabar duka menyelimuti Teheran pada akhir pekan ketika laporan mengenai tewasnya pemimpin tertinggi Iran dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel beredar luas, Minggu (1/3/2026).

Kompleks kediamannya disebut menjadi sasaran drone pada Sabtu waktu setempat; siaran televisi pemerintah menayangkan suasana haru, sementara otoritas menyiapkan masa berkabung nasional selama empat puluh hari.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim operasi tersebut berhasil menewaskan Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat inti.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan Khamenei dan sejumlah pejabat Iran "tidak bisa lolos dari intelijen AS dan sistem pelacakan paling canggih." Hingga laporan ini disusun, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi yang rinci mengenai detail teknis serangan, namun media pemerintah mengindikasikan kabar duka tersebut.

Informasi awal juga dikutip oleh BBC News, yang menyebut presenter televisi pemerintah menahan tangis saat membacakan pengumuman. Jalan-jalan utama di Teheran dilaporkan dipenuhi bendera setengah tiang.