Menurutnya, pencapaian tersebut harus diikuti dengan perubahan budaya kerja yang sejalan dengan standar kualitas institusi.
“Akreditasi unggul harus berjalan seiring dengan budaya kerja unggul. Jangan sampai institusinya sudah unggul, tetapi pola kerja masih konvensional,” ujar Ruslin dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Untuk mendukung target tersebut, Fakultas Farmasi secara rutin menggelar pelatihan bagi dosen dan tenaga kependidikan. Program tersebut mencakup penguatan profesionalisme, penguasaan teknologi, peningkatan kemampuan bahasa asing, serta pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif.
Pada tahun 2026, Fakultas Farmasi UHO tercatat memiliki tiga program studi dan seluruhnya telah memperoleh akreditasi unggul. Capaian tersebut menjadikan Fakultas Farmasi sebagai satu-satunya fakultas di UHO yang seluruh program studinya meraih akreditasi unggul melalui asesmen LAM-PTKes.
Hilirisasi Riset dan Kemandirian Kampus
