Salah satu gagasan yang menjadi perhatian dalam visi Prof Ruslin adalah penguatan hilirisasi hasil penelitian. Menurutnya, riset perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat.

Produk Kopi RD menjadi salah satu contoh implementasi gagasan tersebut. Produk hasil penelitian itu telah dipasarkan hingga Jayapura, Kalimantan, dan Malaysia. Selain itu, Fakultas Farmasi juga sedang menyiapkan pengembangan produk cokelat berbasis hasil penelitian melalui kerja sama dengan perusahaan mitra.

Ke depan, Fakultas Farmasi berencana membangun inkubasi bisnis penelitian yang memungkinkan hasil riset dosen berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendapatan alternatif perguruan tinggi di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Menurut Prof Ruslin, perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif dalam mendukung proses hilirisasi penelitian melalui dukungan anggaran, pemetaan riset potensial, hingga promosi produk kepada masyarakat.

Baca Juga: Porseni SMKN 4 Kendari Jadi Ajang Pengembangan Bakat dan Pererat Silaturahmi Antarsiswa