“(Pelepasan hijab) hanya dilakukan pada saat pengukuhan Paskibraka dan pengibaran Sang Merah Putih pada upacara kenegaraan saja,” ucap Yudi, dilansir dari antaranews.com, Kamis (15/8/2024).
Menurut Yudian, kebijakan ini lahir dari semangat Bhinneka Tunggal Ika yang diusung oleh Presiden Soekarno sejak awal dibentuknya Paskibraka. Ia menegaskan bahwa BPIP senantiasa patuh dan taat pada konstitusi, serta bertujuan untuk menjaga nilai-nilai keseragaman dalam upacara kenegaraan.
“Sejak awal berdirinya Paskibraka telah dirancang seragam beserta atributnya yang memiliki makna Bhineka Tunggal Ika,” ucap dia.
Mengutip dari Tempo, Yudian Wahyudi bukanlah sosok baru dalam dunia pendidikan dan kebijakan yang kontroversial. Pria kelahiran Balikpapan pada 17 April 1960 ini sebelumnya menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Sebelum menempuh pendidikan tinggi, Yudian adalah lulusan Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, pada tahun 1978. Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta, yang ia selesaikan pada tahun 1979.
