Melalui program tersebut, rata-rata 100 kilogram sampah organik berhasil dikumpulkan setiap hari. Sampah yang berasal dari sisa makanan ditempatkan dalam ember khusus di depan rumah pada malam hari sebelum diangkut oleh tim pengelola untuk diproses lebih lanjut.
PT Vale berencana memperluas penerapan model pengelolaan tersebut kepada masyarakat umum di sekitar Sorowako. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat budaya pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga dan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Sampah yang terkumpul kemudian diolah melalui fasilitas pemilahan atau Segregation Plant. Fasilitas ini mampu menangani antara 12 hingga 15 ton sampah organik dan anorganik setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 hingga 700 kilogram diolah menjadi kompos, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai pakan maggot BSF.
Maggot yang telah berkembang kemudian digunakan sebagai pakan ikan. Pola tersebut membentuk siklus pemanfaatan sampah yang saling terhubung, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga menghasilkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain mengelola sampah organik, PT Vale juga memanfaatkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi. Material seperti plastik, botol kaca, dan scrap besi disalurkan kepada bank sampah dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk dikelola lebih lanjut.
