Sebelum mengikuti Program Mandiri Pangan, Ibnu pernah menanam cabai di lahan yang lebih luas. Namun, hasilnya belum optimal karena keterbatasan pengetahuan mengenai penanganan hama, penyakit, dan pemenuhan nutrisi tanaman.

Melalui pendampingan program, ia mempelajari teknik budidaya yang lebih baik dan bertukar pengalaman dengan peserta lain. Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan untuk memperbaiki proses penanaman hingga perawatan tanaman.

“Jangan langsung melihat dari hasil, jangan tanya hasil panennya, coba tanya prosesnya, mulai dari cabai yang gagal terkena hama dan lain-lain. Kebanyakan orang hanya melihat hasil akhirnya, padahal ada proses yang dilalui. Menurut saya, yang dibutuhkan itu ketekunan dan kesabaran,” ungkap Ibnu kepada pendamping program, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2026).

Dukungan cultivator turut membantu mengurangi beban pekerjaan di lahan. Sebelum menggunakan mesin, pengolahan tanah berukuran 50 x 30 meter membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga sepuluh hari jika dikerjakan secara manual.

Kini, pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari menggunakan cultivator, sebelum dilanjutkan dengan pembuatan bedengan. Penggunaan mesin juga membantu menekan kebutuhan tenaga kerja dan biaya pengolahan lahan.