“Selama saya mengamati, kebutuhan konsumen masih lebih besar dibandingkan kemampuan produsen untuk memenuhinya. Saya optimistis, selama masyarakat mendapatkan edukasi pertanian dan mau belajar, peluang ini bisa dikembangkan,” tuturnya.

Ibnu berharap pendampingan Program Mandiri Pangan terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengetahuan untuk mengembangkan usaha pertanian. Ia juga ingin menjadikan Desa Mowundo sebagai salah satu sentra produksi pangan dan sayuran di Kecamatan Molawe.

Ia bersedia berbagi pengalaman dengan warga yang ingin belajar bertani, termasuk mereka yang belum tergabung dalam program. Baginya, pengembangan usaha pertanian perlu didukung kemauan belajar dan ketekunan dalam menghadapi kendala di lapangan.

Southeast Sulawesi Region, CSR ER Sub Division Head PT ANTAM Tbk, Muhammad Rusdan, mengapresiasi upaya Ibnu bersama kelompok taninya dalam mengembangkan usaha pertanian melalui pendampingan dan pemanfaatan sarana produksi.

Menurut Rusdan, pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada kemampuan petani mengembangkan pengetahuan dan mengelola potensi lokal secara mandiri.