Lokakarya tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gau' Maraja 2026, Passompe Mattana Bone. Kegiatan dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), mitra program, BPS, Perum Bulog, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan Passompe Bone dari berbagai wilayah.

Dalam lokakarya itu, Tim Mannennungeng menyerahkan Policy Brief kepada Pemerintah Kabupaten Bone. Dokumen tersebut disusun berdasarkan hasil pelaksanaan program dan berisi sejumlah rekomendasi terkait pengembangan pertanian serta pemberdayaan masyarakat.

Penyerahan Policy Brief menjadi bagian dari upaya membawa pengalaman pendampingan di tingkat desa ke dalam pembahasan kebijakan daerah.

Dosen Pendamping Mannennungeng, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., mengatakan pelaksanaan program tersebut melibatkan berbagai pihak sejak awal.

“Program Mannennungeng bukanlah kerja satu pihak saja. Ini adalah hasil gotong royong antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami bersyukur karena proses pendampingan yang kami lakukan sejak awal telah membuahkan hasil nyata, tidak hanya dalam bentuk teknologi, tetapi juga dalam penguatan kelembagaan dan kapasitas petani,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).