Adnan mengatakan keberlanjutan program akan bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengelola dan meneruskan hasil yang telah dibangun selama pendampingan.

“Namun, lokakarya ini bukanlah akhir. Justru di sinilah ujian sesungguhnya dimulai, yaitu memastikan bahwa apa yang telah kita bangun bersama terus hidup dan berkembang. Kami dari Universitas Hasanuddin akan terus hadir mendampingi, meskipun dengan peran yang semakin kecil, karena tujuan akhir kita adalah kemandirian masyarakat,” katanya.

Keberlanjutan program juga ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Tim Pelaksana PPK Ormawa UKM KPI Unhas bersama Gapoktan Sipurio Sipurennu dan P4S Lamellong.

Melalui BAST tersebut, perangkat dan hasil program diserahkan kepada kelompok sasaran untuk dimanfaatkan serta dikelola secara mandiri setelah pendampingan mahasiswa berakhir.

Program Mannennungeng mengembangkan empat komponen utama, yakni Uwai Tuo, Pabbura, Warani, dan Garisi'. Keempat komponen tersebut diarahkan untuk mendukung efisiensi pengelolaan pertanian sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan petani.