Ia berharap pendekatan yang dikembangkan melalui Mannennungeng dapat diterapkan secara lebih luas di wilayah Bone sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi pertanian setempat.

Dengan hasil peningkatan produktivitas padi, efisiensi penggunaan air, pengurangan pupuk kimia, serta penguatan kelompok tani, hasil Program Mannennungeng kini memiliki pijakan untuk dikembangkan setelah masa pendampingan mahasiswa berakhir.

Penyerahan Policy Brief kepada Pemerintah Kabupaten Bone dan BAST kepada kelompok sasaran menjadi bagian dari proses tersebut. Tim Mannennungeng berharap pengalaman di Desa Kajaolaliddong dapat menjadi referensi bagi pengembangan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan di wilayah lain yang memiliki kebutuhan serupa. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani