Ia mengungkapkan, sebanyak 1.560 siswa menerima manfaat MBG dengan menu bergizi yang disiapkan oleh pihak penyedia selama dua bulan, mulai November hingga akhir Desember 2025.
“Menunya bagus, gizinya juga terpenuhi. Kami hanya berharap kualitas ini tetap terjaga selama pelaksanaan,” jelasnya.
Nur Aida juga menegaskan bahwa pihak sekolah telah memastikan aspek kebersihan dan kesehatan makanan menjadi prioritas utama.
“Sejak awal penandatanganan MoU, kami sudah wanti-wanti agar yang diutamakan adalah kebersihan dan kelayakan makanan. Kami ingin anak-anak benar-benar mendapat makanan sehat,” katanya.
Sementara itu, siswa kelas XI, La Ode Muhammad Fajhrullah, menilai program MBG membawa perubahan besar dalam kebiasaan sehari-hari di sekolah.
