BUTON SELATAN, TELISIK. ID - Pemasangan jaringan sambungan air bersih tanpa permohonan lebih dulu dari calon pelanggan, rupanya tidak hanya terjadi di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel). Hal serupa juga terjadi di Desa Kaofe, Kadatua.

Kades Kaofe, Sumiah, mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada pihak PDAM bahwa masyarakat Desa Kaofe tidak lagi membutuhkan air bersih. Pasalnya, sejak tahun 2016 masyarakat telah menikmati air bersih 24 jam melalui program desa.

Ia juga mengaku tak mengetahui perolehan data terkait permohonan pemasangan sambungan jaringan air bersih yang dimiliki PDAM sehingga seluruh rumah dipasangi jaringan air PDAM.

"Tidak ada permohonan pemasangan dari warga. Bahkan waktu pertemuan di metro dulu saya sampaikan bahwa untuk Kaofe sudah tidak membutuhkan lagi. Makanya waktu pemasangan di Desa Kaofe saya pending. Saya sampaikan tidak usah dipasang di sini karena airnya disini sudah 24 jam. Tapi karena mungkin dalam perencanaan tertulis se-Pulau Kadatua, makanya biar disini dipasangkan juga," ungkap Sumiah saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020).

Sebagai pemerintah desa, dirinya mengaku kebingungan dengan program ini. Pasalnya, kegiatan ini dinilai tumpang tindih dan terkesan mubazir. Tapi sebagai bawahan, dirinya tak bisa berbuat banyak mengingat kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah.