Di Koltim, petani di biasakan untuk menggunakan bahan-bahan yang alami. Dan ini terbukti sejak Juni 2020.
"Program ini bernama PESAT dengan memberi jika gagal panen akan diberikan asuransi, pembiayaan pupuk hayati cair bayar setelah panen, pendampingan melalui tanah sehat dan makanan sehat, gabah yang di panen akan di fasilitasi dalam pemasarannya sebagai beras sehat hayati," ungkap, Koordinator program PESAT dari Unifit Indonesia, Hartono, Kamis (19/11/2020).
Baca juga: Doakan Pilkada Aman, Pemprov dan Polda Jatim Gelar Khotmil Qur'an
Program Pesat ini juga memberi akses Unifit Link dengan kur bunga 0 persen bagi para petani yang telah bergabung dan mengikuti pelatihan kewirausahaan yang telah diselanggarakan .
Sejak program ini terlaksana, kata Hartono, pada musim panen pertama, petani yang ada di Ladongi khususnya, mampu memproduksi padi hingga 9 ton per hektar. Ini diklaim karena menggunakan pupuk hayati cair.
