“Program ini bukan hanya membantu nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga mendorong pola melaut yang lebih terencana. Dengan adanya titik-titik rumpon, nelayan bisa lebih terarah, saling berbagi informasi, dan mulai membangun pengelolaan perikanan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Ardan, pola tangkap yang lebih terstruktur akan membantu nelayan mengoptimalkan waktu melaut sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber daya laut.
Program ini juga melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemasangan, guna memastikan pengelolaan rumpon dapat dilakukan secara kolektif oleh komunitas pesisir.
Dari sisi perusahaan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Corporate Social Responsibility (CSR) atau Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk mendorong kemandirian masyarakat.
Manager Strategic Communications PT GKP, Hendry Drajat, menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumpon yang dipasang, tetapi dari keberlanjutan pengelolaannya oleh masyarakat.
