KENDARI, TELISIK.ID - Program Sejuta Masker yang digaung-gaungkan Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, sejak April 2020 lalu hingga saat ini tidak jelas kelanjutannya.
Momentum peluncuran Program Sejuta Masker menjelang tahapan Pilkada yang sempat tertunda memang pernah ada, tetapi wujud dari sejuta masker itu, sepeti apa standar masker tersebut, tidak diketahui
Hal itu diungkapkan Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI), Hidayatullah. Menurutnya, jika harga masker pada bulan April - September 2020 dinilai Rp 10.000 per lembar, berarti biaya pembuatannya saja senilai Rp 1 miliar.
“Janji gubernur pada saat itu akan memberdayakan para UMKM seperti para penjahit karena situasi pandemi berdampak pada ekonomi UMKM yang ikut terpuruk,” ujar Hidayatullah, Jumat (25/12/2020).
Untuk itu Hidayatullah mempertanyakan penjahit mana yang diberdayakan dan OPD mana yang diberi tanggung jawab mengadakannya serta realisasi sejuta masker tersebut diserahkan kepada pihak mana untuk dibagikan kepada warga masyarkat Sultra.
