Faisol menjelaskan, kursi komisaris atau direksi BUMN bukan imbalan bagi pendukung Jokowi. Posisi itu harus membuat program Jokowi semakin maksimal dalam membangun BUMN.

"Pembagian kursi komisaris atau direksi bukan imbalan, tapi justru harus mendukung dan menjaga program presiden di BUMN berjalan maksimal, yaitu membangun BUMN yang kompetitif sehingga bersaing di tingkat regional maupun global," jelasnya.

Baca juga: Surunuddin-Rasyid Dianggap Berpengalaman Membangun Konsel

Menurut Faisol, saat ini sudah banyak relawan Jokowi yang menduduki jabatan komisaris ataupun direksi di BUMN.

"Relawan sudah banyak yang posting di komisaris maupun direksi, kader partai politik yang justru kurang,” tegasnya.