Setelah uang terkumpul, AD dan rekan-rekannya membeli sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan, telur, dan kebutuhan lain lalu diberikan kepada warga. “Sisa uang saya serahkan ke ibu itu,” kata AD.

Sadar dengan keberadaan Gang Royal, AD dan kawan-kawan bersepakat untuk menemui para pemilik dan pengelola kafe di tempat itu. Mereka berniat meminta sumbangan dari pemilik dan pengelola kafe.

“Kami diizinkan sama orang wilayah (Kelurahan hingga RT) tapi diingatkan jangan memaksa. Akhirnya kami kompromi ke seluruh warung yang di Royal, sosialisasi. Semuanya bar-bar di situ, yang punya kafe setuju. Ya sudah, kami jalani,” kata AD mengisahkan.

Forum 13 Penjaringan dengan tagline "Kami Ada untuk Warga" pun terbentuk. Hampir setiap harinya mereka meminta uang kepada para pemilik kafe di Gang Royal yang kemudian dibelikan sembako untuk warga tidak mampu di RW 13.

“Kami di sini sebagai Forum 13 Penjaringan, enggak munafik ya, sedikit banyak kami juga suka ambil kutipan (uang) dari Gang Royal,” ujar AD. (A)