Harus diakui bahwa kenaikan BBM dampaknya dapat menjalar ke rantai ekonomi yang lebih luas, seperti mulai dari ongkos transportasi, biaya distribusi bahan pangan, harga kebutuhan pokok, hingga biaya operasional pelaku usaha (kompas.com, 20 Juni 2026).
Imbasnya memang yang mengalami tekanan himpitan ekonomi luar biasa adalah masyarakat kelas bawah dan kelas menengah, bahkan sudah beberapa bulan ini kondisi pasar sudah liar dengan harga-harga telah merangkak naik sedangkan Pemerintah terkesan mendiamkan.
Kekecewaan versus Dukungan Politik
Gelombang kritik melalui aksi demonstrasi turun langsung di jalan maupun di ruang media sosial yang berkembang saat ini, masih berada dalam koridor demokrasi dan belum memiliki kekuatan politik yang cukup untuk mengguncang pemerintahan.
Jika dicermati berbagai seruan yang muncul di ruang digital lebih banyak berasal dari kelompok yang masih menyimpan residu kontestasi pemilihan umum presiden (Pilpres) 2024, ditambah sebagian kecil pemilih Prabowo yang mulai menunjukkan kekecewaan terhadap kondisi ekonomi nasional (porosjakarta, 11 Juni 2026).
