Hanya saja, catatan beberapa bulan terakhir ini, yang semestinya disadari oleh Pemerintah adalah tingkat kekecewaan publik terhadap kondisi ekonomi mulai mengalami peningkatan dan perlu menjadi perhatian pemerintah. Ini menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja kabinet maupun langsung terhadap Presiden Prabowo ditengarai sedang mengalami penurunan persentase. Oleh sebab itu, Pemerintah juga tidak boleh mengabaikan meningkatnya suara kekecewaan masyarakat akibat tekanan ekonomi yang dirasakan saat ini.

Kondisi sekarang ini memperlihatkan sebuah bentuk ekspresi berupa tekanan politik dan ekspresi kekecewaan dari sebagian kelompok masyarakat. Kelompok ini terdiri dari pemilih yang sejak awal berseberangan pada Pilpres lalu serta sebagian kecil pendukung Prabowo yang merasa harapan mereka belum sepenuhnya terjawab.

Walaupun Pemerintah masih bisa bernapa lega, sebab hingga kini belum terlihat adanya konsolidasi politik yang mampu mengubah kritik tersebut menjadi gerakan besar yang berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan. Jadi demonstrasi dan kritik terhadap Pemerintah, dapat dinilai masih sebatas riak-riak politik dan ekspresi kekecewaan.

Belum menjadi gerakan yang memiliki daya guncang politik besar terhadap pemerintahan. Yang terlihat saat ini lebih merupakan respons dari pemilih rasional dan kelompok yang masih membawa dinamika pasca Pilpres. (*)