"Soal penjemputan warga oleh polisi perlu diluruskan. Sebenarnya karena pihak perusahaan tiba duluan di kantor, kami telpon itu warga. Karena tidak ada kendaraannya maka saya perintahkan anggota untuk jemput saja," pungkasnya.

Usai bubar dari pertemuan itu, baliho yang berisi aspirasi warga SP. 2 dicopot setelah terpajang lama di pematang jalan raya yang dilintasi kendaraan milik PT Jhonlin.

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali