Kalau nantinya persoalan ikut kontestasi politik Pilpres, adalah semata soal peluang kapitalisasi sumber daya yang dimiliki bangsa dan negara ini, maka ini menjadi kewajiban kolektif anak bangsa untuk menolaknya. Karena sinyalemen pemikir politik Lord Acton, bahwa power tends to corrupt, adalah suatu kenyataan.
Instrumen Realitas
Saya tetap berpendapat bahwa kekuatan masyarakat itu, bukan pada kekuatan kontrol sosialnya, tapi lebih pada kemampuannya menjadikannya dirinya realitas.
Jadi jika para elit politik tetap tak kreatif dan miskin ide, dalam upaya mambangun partisiapasi aktif rakyat terhadap politik, maka dengan kekuatanya sebagai pembentuk instrumen realitas, rakyat dapat menyatukan penolakkannya, dalam sunyi dan diam, namun dapat juga sebaliknya. (*)
