JAKARTA, TELISIK.ID - Kemajuan pesat dalam bidang neuroscience dan kecerdasan buatan (AI) telah membawa umat manusia ke ambang era baru dengan penciptaan "otak manusia buatan" melalui simulasi digital dan organoid berbasis sel punca.

Proyek-proyek seperti Human Brain Project (HBP) Eropa yang telah berakhir pada 2023, BRAIN Initiative AS yang memasuki visi BRAIN 2025, serta inisiatif swasta seperti Neuralink milik Elon Musk, kini menjadi pusat perdebatan global.

Namun, di balik janji revolusi medis dan peningkatan kecerdasan, muncul ketakutan mendalam bahwa teknologi ini bisa disalahgunakan untuk manipulasi pikiran, senjata biologis, atau bahkan menciptakan entitas sadar yang mengancam kemanusiaan.

Proyek ini bertujuan mereplikasi struktur otak manusia dengan sekitar 86 miliar neuron dalam bentuk digital atau biologis.

Baca Juga: Beasiswa SDM Kesehatan 2025 Resmi Dibuka Kemenkes dari Jenjang D4 hingga S3, Berikut Tahapan dan Syarat Khususnya