BOMBANA, TELISIK.ID - Pekerjaan jalan dengan rigit beton menghubungkan antar desa dan kelurahan di Pulau Kabaena Kabupaten Bombana dengan anggaran Rp 11 miliar diduga terjadi kesalahan teknis.

Pasalnya, belum dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pekerjaan, namun proyek betonisasi telah mengalami kerusakan parah dibeberapa titik dan sebagian badan jalan sudah posisi menggantung sehingga mengancam keselamatan warga yang melintas.

Proyek jalan sepanjang 3,5 Km ini dikerjakan PT. Dua Putri, dari Kelurahan Teomokole menuju Desa Tangkeno, Kecamatan Kabaena.

Dari pantauan di lapangan, kerusakan dan amblasnya beberapa ruas jalan  diduga akibat hujan deras.

Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar mengatakan, selama ini meskipun musim hujan yang sangat lama, sepanjang jalan di Pulau Kabaena tidak pernah ada kejadian longsor. Namun kata dia, setelah dilakukan pengerjaaan jalan pada bulan Oktober dan November 2019 lalu, setiap turun hujan pasti ada yang amblas dan longsor.