BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Proyek pengerjaan sambungan jaringan air bersih melalui program hibah air minum perkotaan tahun 2020 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Buton Selatan diduga hanya mengejar syarat progres kegiatan.
Pasalnya, proses pengerjaannya terkesan mubazir.
Salah satu warga Kelurahan Majapahit yang sempat mengikuti proses sosialisasi ke dua PDAM di aula kantor kelurahan, La Ode Erfin, mengatakan, pihak PDAM sempat menyampaikan kepada masyarakat bila sambungan jaringan instalasi meteran pipa di rumah warga dapat diputuskan kembali.
Namun, itu bisa dilakukan usai tim verifikasi dari pusat telah selesai melakukan pemeriksaan. Pernyataan itu yang kemudian mengundang banyak pertanyaan pada warga.
"Menurut saya, proses pemasangan memang tidak ada masalah. Apalagi masyarakat tidak dipaksakan untuk menyambung saluran air dari PDAM tersebut. Tetapi menunggu tim verifikasi dan disambungkannya pipa dan meteran dari PDAM ke rumah-rumah masyarakat yang sudah memiliki keran sendiri dari mata air swadaya tanpa sepengetahuan mereka merupakan pertanyaan besar bagi kita semua," papar Erfin, Kamis (1/10/2020).
