Selanjutnya, belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 1.031.863.174.234. Belanja ini berkurang sebesar Rp 46.545.662.151 jika dibandingkan dengan kondisi APBD tahun 2024.
Tiga, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp 17 miliar yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya dengan mempertimbangkan realisasi sampai bulan ini.
"Proyeksi besaran penerimaan asli Daerah, lanjutnya, sebesar Rp 53.807.010.179, lebih tinggi dari tahun 2024 seiring meningkatnya penerimaan deviden dari Bank Sultra dan penerimaan lain-lain daerah yang sah," urainya.
Sementara, lanjut Sekda, proyeksi besaran dana perimbangan dari pemerintah pusat sebesar Rp 660.810.722.225 yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 518.637.321.400 dan dana bagi hasil pusat (DBH-Pusat) sebesar Rp 142.173.400.825.
