Gol Telat Menentukan di Menit Akhir
Paris Saint-Germain justru merespons dengan sangat cepat setelah kebobolan untuk kedua kalinya. Hanya dua menit berselang, Vitinha mengontrol bola dengan dada di tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut bawah gawang. Gol pada menit ke-81 itu mengembalikan keunggulan tuan rumah dan mengubah arah pertandingan sepenuhnya. Barcelona yang tampak kehabisan tenaga tidak lagi mampu mengimbangi intensitas Paris Saint-Germain.
Kemenangan tuan rumah dipastikan pada menit ke-86 melalui Fabián Ruiz. Achraf Hakimi mengirim umpan silang mendatar ke tiang jauh, dan Ruiz menyelesaikannya dari jarak dekat tanpa kesulitan berarti. Gol itu menutup pesta enam gol di Parc des Princes dan memastikan tiga poin penuh bagi juara bertahan. Secara keseluruhan, pertandingan tersebut mencatatkan 40 percobaan tembakan dari kedua tim, gambaran betapa terbukanya laga ini.
Di balik kemenangan besar itu, Paris Saint-Germain harus membayar mahal dari sisi kebugaran pemain. Selain Dembélé, Kvaratskhelia juga harus dibantu keluar lapangan pada menit ke-59 setelah mendarat dengan tidak sempurna seusai melakukan tekel terhadap Espart. Kapten Marquinhos pun ditarik keluar pada babak kedua karena masalah kebugaran. Sebelumnya, bek Willian Pacho sempat mendapatkan perawatan menjelang akhir babak pertama setelah terkena tendangan Fermín López.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique memuji kepercayaan diri dan kemampuan adaptasi timnya setelah kehilangan sejumlah pemain penting di tengah pertandingan. Ia menilai kemenangan ini menunjukkan karakter skuadnya dalam menghadapi situasi sulit. Menurutnya, dukungan penonton juga memberi energi tambahan bagi para pemain untuk terus menekan hingga peluit akhir.
"Saya memiliki pemain-pemain terbaik di dunia, setidaknya bagi saya mereka adalah yang terbaik," kata Luis Enrique.
