Namun, karena posisi PSI sebagai “partai pemain baru” perlu adanya upaya membangun koalisi besar plus. Rasanya jika tanpa itu, Kaesang masih memungkinkan turut serta berkompetisi tetapi belum tentu menang. Jadi diperkirakan, Presiden Jokowi masih akan “cawe-cawe” untuk mengarahkan pembentukan koalisi dan memuluskan kiprah politik Kaesang.
Jadi menjelang Pilkada DKJ ini memungkinkan PSI ingin bisa bermain di kancah politik nasional dan politik lokal lebih greget, sehingga bisa dianggap dan diperhitungkan oleh partai-partai politik lainnya.
Diperkirakan tetap adanya dorongan dari ayahnya Kaesang yang merupakan Presiden saat ini untuk memuluskan kiprah PSI dan kiprah politik Kaesang. Wajar akhirnya, PSI mengatakan partainya berideologi “jokowisme,” partai politik yang sangat ketergantungan kepada Jokowi sebagai presiden. (*)
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
