JK adalah tokoh nasional yang begitu dihormati di tanah kelahirannya Sulawesi Selatan. Sedangkan, saat ini PSI sedang membangun kekuatan elektoral salah satunya menargetkan daerah Sulawesi Selatan dapat menjadi basis PSI dengan menggerogoti Partai Nasdem melalui perpindahan kader-kader partai tersebut.

Upaya menggembosi Partai Nasdem agar dapat membangun kekuatan elektoral di PSI, ternyata seolah memperoleh karmanya dengan malah terjadinya potensi simpatik masyarakat merosot drastis pasca perilaku berkomunikasi yang buruk dari elite-elite PSI terhadap tokoh nasional JK.

Kekhawatiran PSI adalah partainya malah dapat semakin terpuruk ke depannya, ini ditengarai sebagai momok menakutkan, ketika PSI sedang konsentrasi membangun institusionalnya dalam upaya merangkak naik menjadi partai menengah dari partai gurem, ternyata elite-elitenya tidak menunjukkan peningkatan kualitas dalam berkomunikasi politik.

Fatalnya, jika elitenya saja begitu buruk dalam berkomunikasi politik, pertanyaannya bagaimana perilaku dan komunikasi politik dari kader dan simpatisan partai tersebut, sebab acap dinilai bahwa cerminan perilaku dan komunikasi elite turut memantulkan nilai yang sama dari kader-kader lain maupun simpatisannya, bahkan turut memantulkan citra buruk PSI secara institusi.

Perilaku Grace Natalie ini tentu saja telah semakin membuat citra buruk terhadap Jokowi. Sebab PSI yang dikomandoi anak bungsunya Jokowi yakni Kaesang, malah elitenya berperilaku sangat rendah dalam komunikasi politik maupun dalam perilaku politik.