BOMBANA, TELISIK. ID - Seorang Psikolog Sultra, Nurhaerani Haeba, merespon protokoler karantina terhadap 10 anak yang ikut diisolasi di rumah susun Lantawua bersama puluhan orang dewasa.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan belajar di rumah oleh anak sekolah di tengah pandemi Corona sudah sangat mempengaruhi psikologi mereka. Jadi, Pemerintah Kabupaten Bombana harus segera mengambil langkah khusus terhadap anak yang ikut dikarantina.
"Rasa was-was dan kecemasan pasti lebih besar dibandingkan orang dewasa, apalagi di usia mereka masih sangat butuhkan kedekatan terhadap orang tua atau ibunya. Jadi Pemerintah harus memikirkan penanganan khusus terhadap anak yang dikarantina itu," ucap Nurhaerani dalam sambungan selulernya, Minggu (3/5/2020).
Baca juga: Sepuluh Bocah di Bombana Dikarantina
Selain itu, Nurhaerani memberikan beberapa opsi yang bisa menjadi bahan pertimbangan oleh Pemerintah Bombana dalam melakukan tindakan penanganan dan pencegahan COVID-19, terkhusus terhadap anak di bawah umur, diantaranya adalah:
