AMSTERDAM, TELISIK.ID - Sejumlah pekerja seks di Amsterdam, Belanda, ramai adakan demonstrasi. Mereka memprotes pemerintah yang memperketat kebijakan mengenai wisata seks.

Dilansir dari Cnnindonesia.com, para pekerja seks di Red Light District De Wallen, Amsterdam, Belanda, menggelar protes mengenai aturan pembatasan jam operasional di pusat bisnis prostitusi tersebut hingga pukul 3 pagi waktu setempat karena alasan kesejahteraan dan keselamatan.

Dilaporkan CNN, beberapa pekerja seks menyebut aturan yang berlaku per 1 April tersebut meningkatkan stigma buruk terhadap mereka. Para penjaja seks ini merasa didiskriminasi secara tidak adil dan digunakan sebagai kambing hitam untuk masalah kota dengan pariwisata massal.

Felicia Anna (bukan nama sebenarnya) karena alasan privasi, menilai pengurangan jam kerja sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Banyak pekerja seks yang bahkan tidak bisa menutupi pengeluaran, mulai dari sewa kamar hingga membayar taksi untuk pulang dengan selamat.

"Sebagian besar mulai bekerja setelah jam 12 atau jam satu dini hari, ketika bar mulai tutup. Sekarang Anda mungkin punya waktu dua jam untuk menghasilkan uang, itu tidak cukup," kata Anna, yang merupakan Ketua Serikat Pekerja Red Light United tersebut, dikutip Minggu (9/4/2023).