"Kami sangat menyesal karena semua sudah terkunci. Kami punya rencana melawan tim-tim Timur Tengah, Kuwait dan Lebanon. Awalnya kami sempat berpikir buruk, ini sabotase apa? Masa uji coba saja susah sekali?" ujar Erick, dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (26/8/2025).

Namun, ia juga mencatat bahwa Kuwait tidak hanya membatalkan laga di Indonesia, tetapi juga menarik diri dari turnamen lain di Uni Emirat Arab (UEA), sehingga ada kemungkinan masalah internal di KFA menjadi penyebabnya.

"Saya tidak tahu soal isu internal, saya bukan tinggal di Kuwait, jadi takut salah ngomong," tambahnya.

PSSI telah melayangkan surat teguran keras kepada KFA atas pembatalan ini, yang dianggap merugikan karena persiapan pertandingan, termasuk penjualan tiket sejak 19 Agustus dengan harga termurah Rp 75.000, telah rampung.

Erick menyebut ada kerugian materil, meski tidak merinci jumlahnya. "Ya, pasti ada kerugian. Makanya kami berupaya mencari lawan tanding lain," jelasnya.