"Iya, investasi sebesar Rp 3 miliar. Misalnya membeli perlengkapan kantor, pembangunan sarana dan prasarana. Sedangkan Rp 3,8 miliar untuk modal kerja, pembelian gabah, biaya angkutan dan sebagainya. Pekerjaan ini direncanakan akan selesai di Bulan September 2022 dan operasional mulai bulan Oktober 2022," sambungnya.

Menurutnya, pihak Bank Sumut sudah menyetujui peminjaman itu dengan rincian suku bunga 1,5 sampai 4,5 persen pertahun.

"Dengan adanya pinjaman itu dan jaminan suku bunga deposito. Bank Sumut menyetujuinya. Namun, dana itu belum cair. Jika sudah diberikan oleh Bank Sumut, akan dipergunakan sesuai dengan kebutuhan," terangnya.

Pimpinan Rapat, Edward Zega mengaku heran dengan yang dilakukan oleh PT Dirga Surya. Sebab, mereka berubah bagian bisnis. Awalnya bisnis perhotelan, berubah menjadi jualan beras.

"Setahu saya PT Dirga Surya ini bisnisnya perhotelan, mengapa bisa menjadi jualan beras atau pertanian. Sekarang minta penyertaan modal. Sedangkan dinas yang mengelola pertanian saja, yang khusus menangani beras sampai saat ini masih kurang produktif," ungkap Edward Zega, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Demokrat.