Pandangan serupa disampaikan Guru Besar Jurusan Kehutanan Universitas Halu Oleo (UHO) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI), Prof. Dr. Ir. Hj. Husna, MP. Ia menilai capaian PT GKP sebagai langkah positif dalam praktik pertambangan nikel di Pulau Wawonii.

“Terjaganya kualitas ekologi dan biodiversitas di Pulau Wawonii merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan kelestarian Pulau Wawonii,” jelasnya. (D-Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim