KENDARI, TELISIK.ID - PT Marbaujaya Indahraya Group diduga abaikan aspirasi masyarakat saat pertemuan bersama masyarakat membicarakan sengketa lahan pertanian di Konawe Selatan.

Hal itu terlihat saat pertemuan di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat atas hak tanah yang diserobot PT Marbaujaya Indahraya Group.

Camat Sabulakoa, Johansyah mengaku warganya sering mengeluh soal lahannya yang diserobot PT Marbaujaya Indahraya, namun soal kelengkapan administrasi lahan yang digunakan tersebut menurutnya tidak melalui camat setempat.

Ia mengatakan, selama keberadaan PT Marbaujaya Indahraya Group pengurusan administrasinya tidak melibatkan pemerintah desa setempat, namun warga datang mengeluh bahwa tanahnya telah diserobot.

"Saya harap kami ini dilibatkan, karena setiap keabsahan terkait pengalihan tanah atau sertifikat harus ada tandatangan kepala desa dan camat," ucapnya.