Baca Juga: Satu Pasien Positif COVID-19 Asal Koltim Meninggal Dunia, Bupati dan ASN Tes Rapid
"Pekerja titipan tidak punya skill pak, sementara perusahaan kami telah mempekerjakan lebih dari 30 orang, ini sudah terlalu banyak pak, sementara pronyeknya kecil. Sebenarnya dengan personel kami yang 15 orang saja sudah cukup pak meski tanpa mereka," terangnya.
Menurutnya titipan masyarakat inilah yang berkoar-koar, sementara personel inti perusahaan tidak ada masalah.
"Sebenarnya pak, kami lemburkan pekerja harian agar tidak terjadi kecemburuan antara personel inti dan mereka. Kan tidak enak ada yang kerja lembur ada yang tidak, itupun tidak kerja berat mereka hanya duduk saja mengatur lalu lintas truk keluar masuk lokasi proyek," jelasnya.
Saat dikonfirmasi terkait alasan kerja lembur, dia menerangkan jika pihaknya memburu pekerjaan timbunan karena tiang pancang tidak lama lagi datang. Sehingga penimbunan harus secepatnya selesai.
