"Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga membuka akses pasar seluas-luasnya," ujarnya.

Saat ini PT Vale membina dua komunitas pengrajin, yakni Komunitas Teduhu di Desa Nuha yang beranggotakan 12 pengrajin dengan bahan baku pakis hutan, serta Komunitas Sampa Konao di Desa Matano yang terdiri atas 10 pengrajin muda yang memanfaatkan pelepah pohon aren sebagai bahan anyaman.

Selain melakukan pembinaan, perusahaan juga mengintegrasikan produk tersebut ke dalam ekosistem bisnisnya dengan menjadikan anyaman teduhu sebagai suvenir resmi bagi tamu perusahaan, sekaligus memasarkannya melalui jaringan hotel dan galeri.

Pengrajin teduhu asal Desa Nuha, Yulianti, mengatakan dukungan PT Vale telah membantu pengrajin mengembangkan produk tanpa meninggalkan nilai budaya yang telah diwariskan sejak puluhan tahun lalu.

"Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah," tutur Yulianti.