Berlokasi di kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Morowali, Sulawesi Tengah, proyek ini dirancang mendukung pengembangan industri hilir nikel yang berdaya saing global sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Kedatangan autoclave menjadi salah satu milestone strategis dalam tahapan konstruksi proyek. Peralatan tersebut merupakan inti dari teknologi HPAL yang digunakan untuk mengolah bijih limonit melalui kombinasi suhu tinggi, tekanan tinggi, dan asam sulfat guna mengekstraksi nikel dan kobalt secara efisien.

Hasil pengolahan tersebut berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang menjadi bahan baku penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

Fasilitas HPAL Sambalagi dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP. Pasokan bahan bakunya mencapai sekitar 10,4 juta ton bijih limonit per tahun yang berasal dari area pertambangan PT Vale di Bahodopi.

Baca Juga: Kolaborasi PT Vale dan Yonif 869 Taawu Cetak Prajurit Penggerak Pertanian Ramah Lingkungan