Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri.
Proyek ini tidak hanya membangun fasilitas pengolahan, tetapi juga mengembangkan berbagai infrastruktur pendukung seperti dermaga logistik, fasilitas utilitas, kawasan hunian pekerja, serta fasilitas sosial yang akan menunjang operasional jangka panjang.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pembangunan HPAL Sambalagi mencerminkan arah baru hilirisasi Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah mineral, tetapi juga menetapkan standar baru dalam kolaborasi internasional, keberlanjutan, dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"HPAL Sambalagi hari ini menempatkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar yang sudah ada. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas negara—Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok—dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional kita, yaitu membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Rosan.
Menurut Rosan, kedatangan autoclave merupakan simbol dari pembangunan ekosistem hilirisasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
