Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan sistem layanan yang responsif, akuntabel, dan humanis melalui pendekatan partisipatif yang memungkinkan refleksi terhadap praktik kerja sehari-hari.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Jumiati, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut.  

Ia menilai pendekatan berkelanjutan yang digunakan memberikan ruang perubahan yang lebih nyata dalam pola kerja tenaga kesehatan.

“Kami perlu mengapresiasi inisiasi ini karena merupakan kegiatan yang luar biasa. Pelatihan pelayanan prima memang pernah kita dapatkan, namun biasanya hanya berlangsung tiga hari hingga satu minggu. Sementara program ini dilaksanakan secara berkesinambungan hingga tiga bulan, sehingga benar-benar berpotensi mengubah mindset pelayanan yang selama ini kita lakukan. Kegiatan ini sangat penting karena rekan-rekan tenaga kesehatan merupakan garda terdepan layanan kesehatan. Oleh karena itu, program ini betul-betul kami apresiasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Kepala Puskesmas Bahomotefe, Hartia, juga menyampaikan hal serupa terkait manfaat program tersebut terhadap peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas yang dipimpinnya.