Demonstrasi budidaya maggot menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa karena dinilai efektif mengurai sampah organik sekaligus bernilai ekonomi.
Untuk memperkuat pemahaman, siswa mengikuti permainan pilah sampah. Melalui gim edukatif ini, peserta berkompetisi mengelompokkan jenis sampah dengan tepat dalam waktu terbatas.
Kepala SMPN 2 Bahodopi, Misdar, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberi pengalaman langsung kepada siswa.
“Kegiatan ini sangat penting bagi siswa kami, karena memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sampah harus dikelola. Anak-anak jadi lebih memahami apa perbedaan sampah organik dan anorganik. Kami sangat berterima kasih kepada PT Vale atas kepedulian dan kerja sama yang terus terjalin,” ujarnya.
Kepala SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan, juga menilai kunjungan lapangan membuat siswa lebih mudah memahami materi.
