Menurutnya, pemantauan pertumbuhan janin perlu dilakukan untuk memastikan perkembangan sesuai usia kehamilan. Sebab, keterlambatan pertumbuhan janin dapat memicu bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang berpotensi menyebabkan stunting.
“Kalau perkembangan janinnya terhambat akan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Kalau bayi lahir BBLR itu nanti pasti akan jadi stunting lagi,” ujarnya.
Melalui layanan KIA tersebut, tenaga kesehatan juga melakukan intervensi lebih awal terhadap ibu hamil yang berisiko, termasuk pemberian makanan tambahan dan suplemen pencegahan anemia.
Baca Juga: Dibangun Hasil Jual Motor, SMK Fortuna Wakatobi Tetap Berprestasi Meski Siswa Belajar di Bawah Pohon
“Dengan kegiatan ini kita bisa cegah stunting dari awal, sejak kehamilan. Kalau kita deteksi pertumbuhan janin terhambat, sudah bisa kita masukkan program pemberian makanan tambahan dan suplemen pencegahan anemia,” jelasnya.
