Perseroan menyebut peningkatan tersebut didukung oleh kenaikan produksi, penguatan harga nikel, serta pelaksanaan operasional yang disiplin.
Kinerja laba juga mengalami peningkatan. EBITDA tercatat sebesar 116 juta dolar Amerika Serikat atau naik 45 persen secara triwulanan. Adapun laba bersih mencapai 61 juta dolar Amerika Serikat, meningkat 39 persen dibandingkan capaian triwulan I 2026 yang sebesar 44 juta dolar Amerika Serikat.
Di sisi efisiensi, biaya tunai pokok penjualan nikel matte tercatat sebesar 10.005 dolar Amerika Serikat per ton pada triwulan II 2026. Angka tersebut membaik dibandingkan triwulan I yang mencapai 10.382 dolar Amerika Serikat per ton, mencerminkan upaya Perseroan dalam menjaga efisiensi biaya operasional.
PT Vale juga melaporkan perkembangan proyek hilirisasi nikel melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Salah satu pencapaiannya adalah tibanya autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi, yang merupakan komponen utama dalam pengembangan fasilitas pengolahan bijih nikel limonit.
