Kenaikan harga ini berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan yang mencapai AS$252,7 juta, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan pendapatan pada 4T25 sebesar AS$284,8 juta.
Kinerja keuangan lainnya juga menunjukkan perbaikan. EBITDA tercatat meningkat 29 persen menjadi AS$80,1 juta. Laba bruto naik menjadi AS$56,7 juta dari sebelumnya AS$37,4 juta.
Sementara itu, biaya tunai per unit penjualan nikel matte tercatat sebesar AS$10.382 per ton, sedikit meningkat akibat kenaikan harga bahan baku. Di sisi lain, biaya penjualan bijih nikel tetap stabil, yakni AS$21 per ton untuk Bahodopi dan AS$13 per ton untuk Pomalaa.
Untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan bisnis, perusahaan mengalokasikan belanja modal sekitar AS$139 juta sepanjang triwulan pertama 2026.
Hingga 31 Maret 2026, posisi kas dan setara kas tercatat sebesar AS$220,1 juta, yang dikelola untuk menjaga likuiditas serta ketahanan keuangan perusahaan di tengah dinamika industri.
