“Saya berharap pada musim tanam yang akan datang akan berkembang dari yang awalnya 2,5 hektar menjadi lebih dari ini. Saya juga berharap program padi SRI organik ini dapat terus dikembangkan, sehingga semakin banyak kelompok tani yang mengikuti program ini dari yang awalnya satu kelompok menjadi seluruh kelompok tani di Desa Lamedai dapat ikut berpartisipasi,” harapnya.
Hal serupa disampaikan Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura, Muhammad Bachrun Hanise yang memberikan dukungan penuh agar kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan.
“Program SRI organik patut diapresiasi, agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan” ujarnya.
Baca Juga: Diusul ke UNESCO, Reog Ponorogo Jadi Warisan Budaya Tak Benda
PSRLB bukan pertama kalinya dicanangkan PT Vale, namun ini sudah ada sejak 2015 di Blok Sorowako. Selama tujuh tahun terakhir, perseroan telah menjalankan padi SRI organik di blok Sorowako.
