Setelah itu, peserta diajak ke lokasi reklamasi untuk melakukan penanaman pohon. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemulihan lahan pascatambang yang dijalankan perusahaan secara bertahap.
Camat Bungku Timur, Arsan, mengapresiasi keterbukaan perusahaan dalam memperlihatkan proses operasional kepada pemerintah setempat. Menurutnya, tidak semua perusahaan memberi akses langsung seperti ini.
“Saya mengucapkan terima kasih atas undangan PT Vale. Ini kegiatan yang luar biasa karena tidak semua perusahaan terbuka seperti ini. Saat kami mengunjungi wilayah jetty, saya melihat bagaimana PT Vale sangat memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan. Air laut masih jernih dan sangat terjaga,” ujarnya.
Ia juga menilai pengelolaan sediment pond berjalan baik. Sistem tersebut, kata dia, mampu mengelola air limpasan tambang sehingga air yang dialirkan ke sungai tetap dalam kondisi jernih.
“Sediment pond-nya luar biasa, air yang keluar menuju sungai dalam keadaan jernih. Ini bukti komitmen PT Vale dalam menjaga lingkungan. Kami berharap perusahaan lain di Morowali bisa mengikuti contoh seperti ini,” katanya.
